Tampilkan postingan dengan label humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label humor. Tampilkan semua postingan

16 Agustus 2008

Humor pekan ke-20

Pengalaman ayah dan anak …

SEORANG bapak mengajak anak laki-lakinya yang berusia 6 tahun menonton pertandingan sepak bola. Ini adalah pengalaman pertama bagi si anak. Sesampainya di stadion, si bapak membelikan berbagai jenis makanan untuk anaknya. Piza, popcorn, roti, kue cokelat, kacang garing, es krim, permen dan minuman kaleng. Si bapak berkata, “Makanan ini akan kit amakan sambil menikmati pertandingan nanti.” Si anak mengangguk. Besoknya setelah makan siang si bapak bertanya, “Bagaimana kalau nanti sore kita menonton petandingan sepakbola lagi?” Si anak berpikir sejenak dan berkata, “Enggak mau, pak. Saya masih kenyang.”

EFEK TAWA…..

Akan ‘kacau’ jadinya, kalau hal primer menjadi sekunder.

Dan hal sekunder menjadi primer.

Berjalan-jalan…

USAI kebaktian Natal, seorang wanita menemui pak pendeta, “Saya berharap bapak tidak tersinggung. Tetapi waktu bapak berkhotbah tadi, suami saya berjalan-jalan.” Pak pendeta tersenyum dan berkata, “Mengapa saya harus tersinggung dengan hal itu, bu? Suami ibu mungkin merasa gelisah karena khotbah yang saya sampaikan ternyata sesuai dengan pergumulannya.” Ibu itu menjawab, “Oh, bukan begitu, pak pendeta. Masalahnya, sejak kecil suami saya itu memang sering berjalan ketika tidur.”

EFEK TAWA…..

Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan.

Bisa-bisa, malu sendiri, kan?

19 Juli 2008

HUMOR...

Humor(Ngakak sampai merangkak, Ayub Yahya, Gloria, 2007)

Harmonika baru …

Suatu hari Natal, seorang anak kecil menghampiri pamannya. “Paman, terima kasih hadiah Natalnya. Harmonika yang bagus sekali,” katanya. Sang Paman tersenyum, “Syukurlah kalau kamu menyukainya.” Anak itu berkata, “Iya. Itu hadiah Natal paling bagus yang saya terima.” Pamannya memeluknya. “Oh, ya? Paman senang mendengarnya. Apa kamu bisa memainkannya?” Anak itu menjawab, “Saya tidak dapat memainkannya. Saya bahkan tidak memainkannya lagi. Pamannya bingung, “Kok begitu? Tadi kamu bilang hadiah Natal terbagus dan kamu menyukainya.” Anak itu tersenyum, “Memang benar. Ibu memberi saya sepuluh ribu seminggu bila saya tidak memainkannya pada malam hari. Benar-benar hadiah Natal yang bagus, bukan?”

EFEK TAWA…

Kadang yang penting itu bukan hadiahnya, tetapi apa akibat yang ditimbulkan oleh hadiah itu…

Komputer ajaib…

Selama berbulan-bulan, ratusan ilmuwan terkemuka dari seluruh dunia bahu membahu menciptakan sebuah komputer canggih. Alat ini merupakan otak mahadahsyat. Punya kemampuan luar biasa. Bisa menjawab dan memecahkan semua pertenyaan dan rahasia alam semesta. Akhirnya selesailah komputer itu dan siap untuk diuji coba. Salah seorang ilmuwan mengetikan sebuah pertanyaan : “Bagaimanakah awal mula dunia ini?” Semua ilmuwan menunggu dengan tegang. Lampu komputer itu berkelip-kelip. Terdengar bunyi berderit. Setelah beberapa saat jawabannya muncul di layar komputer. “Silahkan baca kitab Kejadian.”

EFEK TAWA…

Betapapun tingginya, toh pengetahuan manusia ada batasnya. Dalam kehidupan di dunia ini, selalu ada sisi-sisi misteri yang tidak pernah terjangkau oleh otak manusia.

14 Juli 2008

Ngakak sampai merangkak

Humor(Ngakak sampai merangkak, Ayub Yahya, Gloria, 2007)

Katakan dengan bunga…

Natal semakin dekat. Karena keuangannya sedang menipis, seorang pemuda memutuskan untuk mengirimkan bunga kepada kekasihnya sebagai ucapan selamat Natal. Ia kemudian pergi ke toko bunga. Di dekat kasir terpampang tulisan besar : KATAKAN DENGAN BUNGA. Ia kemudian meminta kepada penjaga toko, “Tolong pilihkan saya setangkai bunga mawar.” Si penjaga toko bertanya, “Hanya setangkai? Untuk mengatakan anda mengasihi kekasih anda apa setangkai cukup?” Pemuda itu menjawab dengan yakin, “Iya, setangkai cukup karena saya adalah pria yang tidak banyak bicara!”

EFEK TAWA…

Kadang yang “berbicara banyak” bukan nilai pemberiannya, melainkan tekad dan usaha untuk memberinya.

Puisi…

Menjelang libur Natal, pak guru memberi tugas semua murid untuk membuat puisi, yang harus dikumpulkan pada saat masuk. Seorang murid yang malas menyontek puisi yang ia temukan di sebuah buku. Saat masuk, pak guru memeriksa semua puisi dan meminta murid yang saat itu untuk tidak pulang dulu selesai pelajarannya. “Apakah akamu yang membuat puisi ini? Tanya pak guru. Murid itu menjawab bangga, “Tentu pak. Setiap kata saya renungkan dantuangkan dalam puisi itu.” Gurunya mendekatinya dan berkata, “Kalau begitu, suatu kehormatan bagi saya dapat bertemu dengan anda, Tuan William Shakespeare. Tadinya saya pikir anda sudah meninggal.

EFEK TAWA…

Kalau “hasil” sudah menjadi tujuan, segala cara bisa dihalalkan. Termasuk cara yang tidak terpuji.